Dibalik keindahan Rio de Janeiro

Rio de Janeiro alias Sungai Januari terjemahan bebasnya, gaya banget yang mulai ngerti bahasa Portugis wkwk. Tahu banget kalau kota satu ini cakep bener, sampe ga berani pasang target bisa liburan ke Rio. Bener bener ga pernah terlintas bakal bisa kemari, Tuhan itu baik. Seperti biasa buka peta loh lumayan deket ini, bisalah kita coba. Jadi seribet apapun birokrasi pasti bakal worth it asal bisa nginjekin kaki ke Rio tsahh. Banyak suara yang mampir di kita kalau super bahaya, hati hati, ada virus zika, ada pesawat jatuh dst dst buanyak banget. Setiap mereka info gua cuma senyum sambil dlm hati bilang amit2 jangan sampe. Mau jawab apa juga susah pan. Hanya dua orang (salah satunya Jere) yang sudah pernah kesana bilang "you gonna love and enjoy it, we envy you".  Berbekal pengalaman tinggal di Angola dengan berbagai macam email mengenai peringatan keamanan dan wabah penyakit yang selalu dikirim dari kantor/temen2 pada saat ada kejadian, ditambah beberapa kali jalan2 di negara2 tetangga bikin kita makin tahan banting sepertinya.  Maju tak gentar pokoke. 


VISA
Drama visa Brasil bisa dibaca di sini  percayalah sedrama2nya urusan visa, begitu kaki menginjakkan kaki di bandara GIG Rio, kebayar semua ribetnya cuma lega n excited rasanya. Mungkin ibarat pepatah bersusah2 dahulu bersenang2 kemudian. Semakin susah semakin bagus ibaratnya hahaha.

PESAWAT
TAAG, terbang langsung dari Luanda ke Sao Paolo. Khusus pesawat bisa dicek di tulisan ini
tambahan info bagasi untuk ekonomi 23kg per orang.

Menyeberang ke Colonia del Sacramento, Uruguay


Buka peta, Buenos ini deket sekali dengan Uruguay khususnya Colonia bahkan Montevideo (ibu kota Uruguay) gampang sekali di akses dari Buenos. Rencana awal kita pengen jalan jalan di Uruguay beberapa hari mulai dari Colonia lanjut ke Montevideo. Namun apa daya tidak terlalu direstui yang punya Buenos hahaha. Berakhir dengan trip satu hari ke Colonia, secara sudah punya visanya masa ga dipakai sama sekali. Memang ya yang namanya travelling itu salah satu kuncinya adalah fleksibel, mulai dari perencanaan sampai segala sesuatunya. Selalu ada hal2 yang tidak terduga bahkan terkadang kejutan yang berada di luar kontrol kita. Termasuk ide ke Uruguay ini juga muncul tiba2 setelah cek peta, lalu ada kedutaannya di Luanda lanjut dapat visanya dan sampai juga di hari kita menginjakkan kaki di Uruguay.

Ada beberapa pilihan kapal dari Buenos ke Colonia/Montevideo. 
  1. Buquebus, pilihan pertama paling mahal, best deal harus pesen jauh2 hari, bisa lewat website.
  2. Seacat, harga standar bahkan sampai last minute, bisa pesen lewat website juga, gosipnya  yg punya sama dengan buquebus karena port sama di Puerto Madero bahkan kapalnya juga merk buquebus. Kita pakai yang satu ini, harga tiket ber4 ARG 4200, Cake juga bayar sekitar 70%.  
  3. Colonia Express, paling murah, port terpisah, ga sempet cek ada websitenya atau ga.

Hari yang Super Panas di Tigre Delta

 One day trip yang lumayan menarik dari Buenos adalah Tigre Delta, hanya 32 km jarak tempuh yang seharusnya cuma setengah jam molor karena kita berangkat kesiangan jadi kena macet ditambah ada penutupan jalan, lengkap sudah akhirnya sejam lebih baru kita sampai. Beberapa cara ke Tigre selain menggunakan tour, bisa naik kereta, kebetulan kita kesini naik mobil Jere, jadi tinggal duduk manis. Mirip di Jakarta, penggunaan carseat belum menjamah ranah hukum mengingat jarak yang deket jadi diputuskan cukup satu mobil.

Tigre ini dahulunya pusat pasar buah sekarang jadi pasar kerajinan, kebanyakan toko interior buat mempercantik rumah. Selain toko2 permanen yang cukup besar di jalan utama, ada pasar berupa kios2 kecil yang jumlahnya cukup banyak menjual beraneka ragam produk.
Harganya relatif murah disini. Sayang gua sudah tobat belanja buat ngisi rumah jadi cukup cuci mata saja disini haha.

Catatan dari Buenos



Buenos
Kotanya super besar, megapolitan, semua dibangun sistem blok rapih terlihat dari pesawat. Bener bener besar ga nyangka gua semegapolitan itu. Jalan raya utama juga besar bahkan sampai 4 atau 5 jalur mobil satu arahnya. Transportasi umum cukup lengkap, mulai dari metro bawah tanah, busway sampai bus umum semua ada. Lumayan rapi dan maju. Ga pernah lihat perumahan kumuhnya. Cuacanya enak, langit biru hampir selalu muncul sepanjang tahun. Banyak taman kota dengan pohon yang rindang, hijau n sejuk. Bangunan gedung2nya campur antara klasik dan modern. Mirip Eropa campur Asia.

Keamanan
Banyak yang nulis kalau tetap harus waspada selama di Buenos, bahkan di hotel pun welcoming letter memuat point2 khusus mengenai tip2 supaya tetap aman selama di Buenos, seperti misalnya paspor, tiket dan barang berharga disimpan di safe deposit box hotel, selalu menggunakan taxi resmi, tidak dianjurkan jalan kaki di malam hari khususnya ditempat sepi plus beberapa area yang harus dihindari. Standar keamanan karena namanya kejahatan pasti ada aja, mau di Amerika Selatan, Afrika, Eropa atau Asia dimana saja singkatnya. 

Seminggu di Buenos Aires

       

Buenos Aires alias Good Air. Ga pernah nyangka bisa sampai disini. Bisa sampai disini apalagi kalau bukan karena Jeremias temen Pipo sejak kuliah yang selalu minta ditengok terlebih sejak kita di Angola. Panjang emang sejarah temenan ama Jere ini ga terasa sudah 13 tahun. Si Best men yang akhirnya menemukan jodohnya hampir 2 tahun lalu, kesampaian juga kita ke rumahnya nengok si bayi Chiara yang baru lahir akhir Agustus tahun ini.


    
Kontak intensif dimulai sejak bulan Oktober khususnya saat mulai urus visa, Jere juga kasih support letter yang ternyata beneran loh dia di telpon, sampai hotel kita aja ditelp ama kedutaan Argentina bener2 kurang kerjaan ga sih wkwkwkw. Sudah segitu komplitnya aplikasi visa tetep aja 40 harian baru keluar. Ternyata memang Argentina ini agak tertutup negaranya, terlalu banyak imigran jadi mereka ga sembarang kasih visa katanya. Urusan visa, pesawat sampai hotel si Jere ikut urun rembug, secara dia juga banci jalan2 kaya kita. Grup wa makin rame semakin mendekati hari h. 
Kita pilih hotel yang paling deket dengan rumahnya, jalan kaki bisa supaya lebih mudah ketemuan, sebenernya ditawari juga nginep di rumahnya aja, cuma kita tolak halus tawarannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...