Tuesday, November 29, 2016

Visa Uruguay (22 hari sebelum keberangkatan)


Buka peta n baca deket sekali Buenos ke Uruguay. Mulai lah gatel pengen bikin visa juga. Kedutaan Uruguay ternyata berdekatan dengan kedutaan Argentina.  Ternyata proses pembuatan visa tidak dilakukan di kedutaan melainkan di konsulat lokasinya di Mainga percis depan rumah sakit gila.

Prosesnya cukup simpel, gua langsung datang ke konsulat, selama 3 kali kesana sepi sepi aja. Datang pertama minta syarat2 visa, datang kedua Karena ternyata email yg tercantum di kertas syarat2 visa ga bisa dihubungi jadilah kudu balik minta hardcopy formulir visa dan syarat2 visa untuk usia dibawah umur.

Syarat2 visa seperti terlampir :


Prosedur visa Uruguay mirip Argentina semua dokumen dikirim terlebih dahulu ke Uruguay baru nanti dikirim balik ke Luanda. Sehingga proses visa butuh 15-22 hari, sebaiknya satu bulan sebelum.
Gua nego apply visa menggunakan fotocopy paspor karena paspor asli sudah masuk kedutaan Brazil. Daaan diperbolehkan yeay, seumur umur baru ini apply visa pakai fotocopy paspor.

Setelah aplikasi lengkap, akan di cek oleh petugasnya donna Vania (orangnya ramah n baik) kemudian diberi nomer account bank BFA untuk melakukan pembayaran visa (biaya 7.700kz per org)
Setelah deposito ke bank kembali lagi ke konsulat untuk menyerahkan bukti bayar.
Berhubung gw bawa cake, gua nego bisa ga dokumen yg kurang ( gw dateng kurang satu dokumen tapi dia ga ngeh krn kurang teliti akhirnya gw info dia daripada proses ditunda nantinya) dan bukti pembayaran nanti dikirim supir aja tanpa gua, dan diperbolehkan. Lumayan banget kan. Ternyata ga dikasih tanda terima apa2, tunggu dihubungi saja.

Dokumen untuk dibawah umur, perlu surat deklarasi tanda tangan kedua orang tua disahkan notaris.
Berhubung dua tanda tangan yg dilegalisir jadi bayarnya 2400kz. Kali ini cukup supir yang ke notaris  karena sudah pernah sebelumnya ke notaris yang sama, bawa surat dan fotocopy paspor bagian halaman paspor yang ada tandatangannya.

Yang unik kita harus membuat surat yang menjelaskan alasan kita ke Uruguay, beserta pertanyaan apakah kita pernah mengunjungi Amerika Selatan sebelumnya bila iya negara mana saja. 

Tidak perlu semua orang hadir ke konsulat, cukup perwakilan salah satu dari keluarga.
Konsulat berada di ruko, dan ga ada prosedur, tinggal masuk aja langsung dilayani, setiap ksana sih selalu sepi cuma gua tok. Ga ada bikin janji jadwal interview dkk. Simpel. Cuma lama aja prosesnya karena harus dikirim ke Uruguay semua dokumen. Selain itu bahasa surat yang digunakan Portugis atau Spanyol, termasuk pegawai konsulat ga bisa bahasa Inggris.

Setelah aplikasi diterima, mereka akan menghubungi apabila visa disetujui, lalu kita kembali ke konsulat membawa paspor asli untuk proses tempel visa.

Visa yang diperoleh berlaku berapa hari berapa kali boleh masuk, belum ada gambaran sama sekali. Gua hitung sudah lebih dari 22 hari sejak aplikasi gua masuk, tapi belum ada kabar sampai hari ini. Hanya bisa berharap visa bisa dapat sebelum gua berangkat.

Saturday, November 26, 2016

Proses visa Argentina (40hari sebelum keberangkatan)

Berawal dari keinginan mengunjungi temen baik pipo sejak kuliah di Italy. Sering main bareng pas dia assignment di Indonesia,  Sampai jadi best man di pernikahan kita. Beberapa kali ketemu di Milan, mereka tetep kontak2, sampai undangan pernikahan dateng kita ga bisa hadir krn gw hamil gede di milan n pipo udh di Angola rasanya gimana gitu. Singkat cerita awal tahun dikasi kabar kalau istrinya hamil, wah seneng bgt mulailah berpikir untuk bezuk, rencana awal kita kesana bulan Agustus ternyata lahirnya September, akhirnya geser ke Desember. Jadilah kita sekarang proses apply visa Argentina, yup kita mau ke Buenos Aires nemuin Jere.

Lokasi kedutaan Argentina ada di daerah Maianga yg sekompleks supermarket BigOne.

Info utama aplikasi visa Argentina dari Angola adalah
  • Untuk warga negara non Angola 40 hari sebelum hari keberangkatan
  • Untuk warga negara Angola 20 hari sebelum keberangkatan
  • Semua komunikasi hanya melalui email dan hanya dalam bahasa spanyol atau portugis.
  • Persyaratan dokumen liat foto aja ya plus fotocopy visa Angola, semua surat keterangan misal dari kantor harus dalam bahasa spanyol juga. Wow banget deh. Gw dateng pertama ada keselip surat bahasa inggris dari HR pipo, kata org kedutaan cari temen yg bisa bahasa spanyol buat bikin surat yg baru.
  • Hari h interview jgn harap bisa masuk sebelum waktunya walau kita datang lebih awal 5-10 menit. Mereka ga akan kasih kita masuk pagar. Jadi dibiarin di luar pagar.
  • Pantes aja kalau lewat sepi terus. Ternyata emang ga boleh masuk. Mending tunggu di mobil kalo kata gw. Setiap org dpt jatah 30menit. Jadi sehari maks 6 applicant krn jam kerja 09.00-12.00. Standar kayanya semua kedutaan jam 9-12 terima aplikasi visa lanjut after lunch khusus untuk ambil paspor.
  • Cukup satu orang untuk urus visa serumah, ga perlu semua hadir.

Dokumen yang perlukan cek di foto :


Sempat gimana juga pas tau proses visa 40 hari khususnya paspor ditahan 40hari ama mereka kalo kenapa2 gimana. Lama banget soalnya.

Setelah berhasil masuk aplikasi, mereka  interview ala kadarnya,  salut sekali mereka bener2 detil cek n baca semua dokumen pantes aja sampai 30menit, tus ternyata paspor dikembaliin aja gitu dan gw bengong hahaha. Secara baru pertama apply visa paspor ga ditahan. Jadi sekarang kamu bisa apply visa Brasil kata mereka.

Akhirnya mereka menjelaskan kalau sudah diperiksa detil, dokumen diambil semua kemudian nanti tunggu kabar kira2 40hari apakah proses visa diterima atau tidak, baru datang ke kedutaan bawa paspor dan bayar 50$ per aplikasi dlm kwanza sesuai kurs hari itu. Bayar hanya kalau visa sudah disetujui.

Cara pembayaran visa:
Ambil dokumen perintah bayar di kedutaan kemudian melakukan pembayaran di bank Standard cabang mana saja, ada satu yg lumayan dekat dengan kedutaan walau tetep ga bisa jalan kaki.
Setelah mendapat bukti bayar dari Bank kembali ke kedutaan untuk diserahkan. (Lumayan ribet ksana ksini)
Note: mulai November 2016 berubah menjadi 150$ (kurs kwanza) per aplikasi, bayar dimuka, non refundable. Proses baru dimulai setelah bayar.

Setelah pembayaran, proses selanjutnya adalah menunggu telp atau email apakah visa diberikan/ditolak. Bila disetujui kita kembali ke kedutaan membawa paspor asli untuk proses tempel visa, maksimal 3 hari proses katanya.

Sekitar 20 hari setelah aplikasi masuk, Jere di telp untuk verifikasi aplikasi kita apakah bener kita temennya dst, daaan ternyata mereka sampai cek reservasi hotel kita loh. Baru ini gua tau kalau sampai cek reservasi hotel beneran apa ga, sempet banget ya mereka. Karena apesnya gua cancel hotel yang gua pakai untuk apply visa dan ganti dengan hotel lain yang gua mau karena ganti tanggal juga.

Sekarang sudah hampir sebulan dan belum ada kabar mengenai visa kita, masih deg degan akuh. Lihat kalender tinggal dua minggu lagi sebelum keberangkatan errr, dan nekadnya gua malah apply visa South Africa sekarang untuk rencana tahun baruan. Semoga semua lancar dan beres sebelum berangkat ya, wish us luck.





Proses visa Brazil (30 hari sebelum keberangkatan)

Kedutaan Brasil ada di daerah Miramar lumayan ujung.

Brazil ini jadi satu satunya pintu masuk direct flight (TAAG) dari Angola ke Amerika Selatan. Pilihannya kalo ga Rio ya Sao Paolo. Baru setelah itu sambung pesawat lain ke negara selain Brazil.

Jadi jangan heran kalau kedutaan satu ini rame banget. Pas bener gw ngurus, mereka khusus bagian visa tutup 2minggu, makin membludak aja jadinya. Gw sampai 5 kali bolak balik sebelum akhirnya aplikasi diterima *sigh
Pertama : tutup
Kedua : antrian gila
Ketiga : berhasil masuk kurang dokumen
Keempat : balik bawa udh tutup
Kelima : baru beres

Urus visa Brazil ini butuh sebulan kalo kata gw. Pertama kita harus bikin appoinment via website mereka, daaan biasanya tgl terdekat adalah 14hari alias 2minggu dari hari kita booking. Setelah aplikasi masuk, paspor ditahan kira kira 2 minggu juga. Jadi total 30 hari. Walau biasanya seminggu beres tapi mereka tulis selalu 14hari dari hari aplikasi masuk.

Kalau mau apply, Pertama kita bikin appointment, kemudian hari h datang ke kedutaan jgn lupa print email appointment/agendamento krn ini diminta. Jam kerja penerimaan aplikasi visa 9.00-12.00
Masuk ada pemeriksaan dokumen lapis pertama apakah sudah lengkap atau belum. Kalau lolos baru masuk ke ruangan loket visa. Disini dokumen di cek sekali lagi. Dan ditentukan tipe visa beserta biayanya oleh petugas. Kemudian pembayaran visa di loket bank Sol diruangan yg sama. Setelah mendapat bukti pembayaran, kembali lagi ke loket visa, petugas akan stamp lunas, tanda terima kita bawa pulang untuk ambil paspor 14hari kemudian.

Dokumen yg diperlukan lihat di foto ya



Note:
Surat keterangan dari kantor dalam bahasa Portugis
Dokumen aplikasi visa untuk anak harus ditanda tangani kedua orang tua, mama dan papa.
Cukup satu orang yg dateng untuk urus visa ga perlu semua hadir.

Dokumen tambahan untuk istri dan anak2 (tidak tercantum di list kedutaan)
Termo de responsabilidade:
Surat keterangan bahwa kepala keluarga bertanggung jawab atas mereka, disahkan oleh notaris. Dalam bahasa portugis tentunya. Jadi pipo bawa surat ke notaris ttd di depan notaris kemudian notaris sahkan pakai stempel n ttd. Biayanya 1200kwz selembar n 5menit jadi.
Yg butuh draft n kontak notaris bisa email gw.
Biaya visa Brazil tergantung kewarganegaraan.
Indonesia 19.200kwz visa 90hari
Angola 43.000kwz

Proses pengambilan paspor mulai jam 12.30 sampai 15.00.

Visa yang diperoleh biasanya berlaku 90 hari multiple entry.

Ngurus visa ini telenovela banget kalau kata gua, cocoklah ama negaranya yang emang gudang telenovela. Jadii ceritanya hari Kamis pas ambil paspor sesuai tanggal di tanda terima, alias 14 hari setelah aplikasi masuk, dhuarrrr boro boro visa sudah jadi, yang ada paspor gua ga ketemu ada di mana, gw tunggu sampai setengah jam lebih dan 3 orang lebih yang cari itu paspor karena mereka oper tanda terima dan gua liat semua. Hasilnya nihil, horor banget rasanya.

Besoknya gantian pipo yang coba ambil dan hasilnya tetap nihil sodara sodara. Malah katanya ada banyak orang yang datang mau ambil paspor sudah lewat tanggal jadwal ambil hasilnya nihil. Bukan cuma kita aja.

Hari Seninnya gua balik lagi penasaran, petugas loket pengambilan paspor ada satu bapak kacamata di loket depan dari hasil pengamatan setiap gua ke sana kurang helpful ke semua orang. Pas gua dateng, ada satu cewek yang jadwal ambil paspor bulan September sampai November kemarin ga ketauan paspornya ada dimana, super horor.

Gua cukup beruntung pas banget ada petugas cewek di loket depan ( yang ini baik n helpful) gua sodorin tanda terima dan dia cari hasilnya masih nihil seperti yang sudah diduga. Gua mencoba menjelaskan ke petugas yang cewek kalau paspor mau dibawa ke kedutaan Argentina akhirnya dia masuk ke dalam, dan pas jam 3 udah mau tutup dia baru keluar dan bilang visa gua akan di proses hari ini, disuruh tunggu sampai selesai. Fiuhhh lega rasanya, walau harus tunggu sampai 2 jam tinggal gua ama Cake yang penting hari itu paspor bisa dibawa pulang. Oya gua kudu terimakasih ama supir gua Viera karena selama gua terjebak di dalam kedutaan menunggu, dia bisa jemput Pear ke skul dan anter ke kedutaan ikutan nunggu, untung sekolahnya juga deket.

Kalau dipikir sebenernya si visa bisa sehari jadi *lol karena memang semua proses dilakukan di kedutaan Brasil di Luanda, jadi gua lihat semua itu proses mereka input tus print tus tempel si visa di paspor2 kita. Temen pipo banyak yang beruntung karena 5 hari kerja mereka visa dan paspor bisa diambil, bahkan di telpon kedutaan suruh ambil. Ada juga satu ibu yang nunggu bareng gua, pas ngobrol ternyata pesawat dia malem itu berangkat. Selalu ada pengecualian ternyata ya.

Saran gua kalau may apply visa Brasil di Luanda jangan lupa diiringi doa.

Sunday, November 13, 2016

Doce Mar Cabo Ledo & Miradouro de Lua

11 November 2016 hari kemerdekaan Angola jatuh di hari Jumat artinya libur long wiken. Waktunya ke Cabo Ledo yippy, salah satu tempat must visit kalau di Luanda. Masi arah yang sama ke selatan sekitar sejam setelah Kissama park.
Gw berangkat jam 9 pagi perkiraan jam 11 sampai. Jalan jalan kali ini rame rame 4 keluarga. Berangkat ada drama sedikit karena ada yang ga dapet ijin dari security kantor untuk nyebrang Kwanza River.

Selama perjalanan mobil gua kena stop polisi dua kali. Pertama random cek2 aja setelah surat lengkap dilepas. Kedua karena melewati batas kecepatan jadi tiba tiba ada kawasan yang pakai radar. Si supir akhirnya kasih 1000kz tus bebas deh. Dari 4 mobil cuma mobil gw yang kena stop, dua kali pula. Padahal waktu ke Kissama aman2 aja. Mungkin karena long weekend n mendekati jam makan siang errr. Memang sepanjang perjalanan ke Cabo Ledo kemarin banyak bener polisi di titik titik tertentu. Baiknya selain bawa dokumen kendaraan juga fotocopy paspor legalisir.

Berangkat masing2 dan disepakati berkumpul di rest area tepat sebelum Kwanza river. Setelah rembug akhirnya 4 mobil jadi 3 mobil. Si mobil yg ga dpt ijin kita tinggal bersama supirnya saja.
Akhirnya 3 mobil bisa konvoi dari Kwanza river ke Cabo Ledo. Gua yg hari sebelumnya telpon2 jadi tau kalau Carpe Diem full, dan pilihannya tinggal Doce Mar. Ada lagi Golfinho resort di Sangano. Yang dua ini ga perlu reservasi, cukup dateng aja langsung ke restonya. Rencana kita hanya makan siang ga pakai nginep.

No telp
Carpe Diem : 926295167
Doce Mar     : 924897123
Golfinho       : 931322165

Petunjuk jalan belok ke Doce Mar ternyata ga ada. Hanya ada Carpe Diem dan Dona Teo. Kita tetep belok karena gw pikir pasti deket2an. Untung bener posisi pertama Carpe Diem tus Dona Teo baru di ujung Doce Mar.

Masuk Doce Mar bayar parkir 1500kz, tiket parkir bisa refund 1000kz kalau beli di restaurant. Dipakai supir beli coca cola lumayan juga kan.

Begitu sampai sekitar jam 1 siang restaurant sudah penuh, masuk waiting list deh.
Sudah minta n milih menu kita sepakat mau cobain lobster karena memang terkenal seger lobster daerah sini. Harganya juga oke seporsi 5800kz.
Ternyata booking untuk 16 kursi itu susah karena setiap ada meja kosong langsung diambil orang yang antrian setelah kita, yang rata2 hanya satu keluarga.

Berhubung kita banyak disuruh tunggu di balkon depan deket pantai. Tempatnya oke buat snack n minum. Lama ga ada update.
Beruntung di samping restaurant ada meja bar pantai yang model meja piknik plus payung jadilah kita disitu.
Namapun orang kita plus semua punya bocah cilik2, pastinya bawa bekal masing2. Plus Cynthia memang sudah niat bawa nasi bungkus. Makan siang berakhir  piknik dengan menu nasi bungkus, mie goreng, pasta dkk. Semua buka bekal makanan n minuman hahaha


Ngapain aja kita di Doce Mar Cabo Ledo :
Berenang di kolam renang bayar 500kz
Berenang di laut bebas
Maen layang2
Maen pasir ini bikin bocah2 super sibuk n anteng.
Piknik

Mau sewa kursi pantai eh penuh, jadilah buka payung pantai n gelar tiker yang dibawa sendiri. Jadi gw ga tau berapa harganya.

Jalan jalan paling irit rasanya hahaha
Gua cuma keluar duit 1000 buat polisi, 1000 jajan di rest area, 630 bayar tol, 1500 parkir doce mar, 1000 buat beli aqua.
Pesen jus aja ga dateng2 sampe kita balik *lol

Berhubung Novi supirnya ada acara jam 5, akhirnya jam 4 kita cabs dari Cabo Ledo kumpul lagi di rest area kwanza river.

Miradouro da Lua
Jalan pulang gw n Dina mampir ke Miradouro da Lua. Yang sayangnya ga ada petunjuk apapun untuk stop jadi kalau kelewat ya puter balik aja. Tempatnya setelah jembatan kalau dari Luanda, belok ke kanan mirip parkiran.

Viewnya keren, bebatuan alami hasil erosi air laut. Kita muterin dari ujung sampai ujung parkiran hahaha foto2 cari spot yang bagus. Pas banget matahari mau tenggelam jadi makin oke.


Puas foto2 kita pulang. Perjalanan lancar sedikit tersendat di daerah Bella Vista sampai rumah jam 7.

Walau ga sesuai dengan rencana awal tapi puji Tuhan perjalanan semua lancar. Pikir2 ini pengalaman pertama gua jalan rame2 di Luanda. Yang bikin seru ya ada cerita n drama plus bumbu yang bikin ketawa2, selalu ada cerita berbeda setiap perjalanan.



Wednesday, November 02, 2016

Bar ssulo, Mussulo

Dari awal sampai di sini jujur gw ga terlalu tertarik jalan jalan di Luanda, sepertinya masih parno n protektif sama si Cake. Mending cari aman, daripada repot. Setelah setahun disini baru deh mumpung ada libur tgl merah kayanya perlu dimanfaatin, toh Cake sekarang udh lebih gede n bisa jalan jadi lebih kuat juga kondisinya.Masih dalam rangka mengisi libur Pear, berhubung paspor juga ditahan kedutaan untuk urus visa. Pergilah kita ke Mussulo untuk menutup liburan yang kebetulan juga tgl merah alias libur nasional. Salah satu pantai yang terkenal di Luanda, jadi favorite karena dekat, bersih dan ga seramai Ilha. Hampir semua yang pernah tinggal di Luanda tahu atau setidaknya pernah ke Mussulo.

Berangkat dari rumah jam 11 hampir jam 12, ga niat banget ya hahaha. Rencana mau cari makan siang aja eh tapi terlanjur laper jadilah sebelum berangkat makan dulu. Ah yang penting jalan jalan. Setelah lewat Samba belokan menuju dermaganya kira2 seperti foto dibawah, gua foto pas pulangnya. Ada papan Kianda restaurant n Kapossoca.


Begitu sampai pipo langsung telp orang yang punya perahu kebetulan dia dikasih temennya, jadi kita ga perlu nego2 atau pusing cari perahu. Perahunya sangat sederhana perahu kecil yang ditempel motor. Tarif menyeberang ini dari hasil pengamatan gua ternyata kalau yang sudah sering ga perlu nanya harga langsung aja duduk di perahu yang siap berangkat yang mana aja, begitu jalan baru deh bilang mau kemana, begitu turun bayar 1000kz one way. Biasanya untuk expat bayar 3000kz return lebih mahal 50% anak anak ga bayar. Berhubung gua baru pertama, pipo sudah dpt info kalau bayar 3000kz pas ditanya berapa orang, kita bilang berempat ternyata dia minta 8000kz. Plus perjanjian dijemput jam berapa. 


Sebenarnya tarif kita itu tarif privat, cuma ada juga penumpang2 lain, jadi kita mampir tempat lain juga seperti Rosa n satu lagi gua ga tau namanya, yah dibawa seru aja karena anak2 seneng naik perahunya. Sampai Barssulo si tukang ga mau dibayar, dia bilang nanti aja pas jemput balik baru bayar. Oya perjalanan kira2 15-20 menit kalau langsung ke tkp, karena pakai mampir jadi 30 menit.


Sampai Barssulo cari kursi yang kosong kita ambil dua kursi (3300kz) langsung main pasir, nyemplung laut, pesen makanan dan minuman. Pelayanan lumayan cepat, makanan beratnya gua ga nyicip karena masi kenyang jadi cuma beli toast and sandwich, juicenya seger, harga juga oke. Cocok buat tempat wiken n sekedar cari suasana baru.


Sekitar jam 4 pipo telpon minta jemput, ga lama perahu datang kita pun balik. Mussulo ini gua sukanya deket n sudah berasa aura liburannya hahaha. Bagian naik perahu motor yang bikin anak2 seneng, walau perahu kecil ternyata cukup stabil. Berhubung pelampung hanya ada ukuran dewasa, sebaiknya kalau bawa anak kecil bawa pelampung sendiri, atau digendong depan supaya aman. Baiknya sih anak sudah umur setahun dibawa naik perahu ini, walau cuma 15 menit. Tapi pas gua sampai Barssulo ternyata ada yang bawa stroller hahaha, jadi sebenernya bayi juga bisa sih, karena jenis perahu juga banyak ga semua kecil kaya yang gua naik. 


Sampai rumah ga ada makanan, kita menutup liburan dengan dinner ke Lookal de Mar. Berasa jadi turis di Luanda jadinya.


Monday, October 31, 2016

Quicama / Kissama National Park

Ceritanya Pear ada break sekolah 5 hari termasuk wiken, berhubung paspor lagi dipakai buat urus visa2, alhasil kita di Luanda aja. Pas juga Sabtu gw ga ada les, jadilah kita rencana jalan yang deket2 sini. Pertama kali kita jalan jalan disini ke Funda, sekarang berhubung Cake udah bisa jalan plus lari kayanya sudah oke dibawa jalan daerah sini. Ga panjang sih sebenernya list tempat maen di deket2 Luanda ini, khususnya yang one day trip. Entah kenapa emang rada males ya kalau nginep. Yang bisa dijangkau dari Luanda antara lain Cabo Ledo, Mussulo (pantai), Kissama, Funda. Sisanya kudu pakai nginep seperti air terjun Kalandula n Lubango.

Kenapa Kissama Park
Kita pilih karena penasaran semua bilang bagus khususnya temen pipo di kantor, termasuk orang Angolanya juga, aman buat anak2 karena ga ada singa n harimau atau karnivora yang lain, bayi juga boleh ikut safari, plus kita juga belum pernah safari selama disini, kenapa tidak.

Jarak dari Luanda ke pintu gerbang Quicama Park +/- 75km sekitar 1,5 jam ga jauh jauh amat kan, Kita berangkat dari rumah jam 9 pagi lewat, jalanan menuju park ini juga bagus, cukup mulus. Viewnya lumayan, kita lewat Miradoura da Lua (ini cakep bebatuannya cuma ga keurus karena ga ada tanda2 soal lokasi ini di sepanjang jalan, sayang banget padahal daya jualnya tinggi, foto2 disitu dijamin keren bgt.)
Setelah lewat Kwanza river n bayar retribusi jembatan  (sesuai berat mobil) 315 kwanza. Kira kira 2 km pintu masuk park ada di sebelah kiri, ada ornamen presiden Jose dos Santos yang terbuat dari mobil bekas di depan gerbang, cukup eye catching jadi kayanya ga bakal susah nemuinnya. 

Disini kita bayar Tiket masuk National Park :
Dewasa    2500 kwanza
12-18 thn  1500 kwanza
di bawah 12 thn free

Ternyata masih 39km lagi sebelum kita sampai di lodge, tempat safari, n restaurant. Nah yang ini jalanannya tanah merah, naik turun bukit n beberapa lubang sana sini, sudah mulai berasa petualangannya. Kira-kira 45 menitan perjalanan, sebelum sampai lodge ternyata ada gerbang lagi, disini kita sudah masuk area hewan dan kecepatan mobil maksimal 30km. Supir kita doyan ngebut dia tetep aja kecepatan 60 gua liat, eh di tengah2  dari kejauhan kita lihat ada 4 jerapah  besar deket pohon ga bergerak, sempat berpikir patung (walo sesudahnya mikir ngapain juga ada patung disitu hahaha) si supir ini cuek aja ngebut padahal kita udh heboh mau liat, akhirnya pas lewat jerapahnya takut aja sampai lari duhh. Akhirnya kita minta supir stop n mundur pelan pelan. Ada moment dimana mobil dan jerapah diam tak bergerak beberapa waktu lamanya kita saling liat2an waspada, Setelah si jerapah merasa aman, mereka mulai berani bergerak melanjutkan aktivitas, ternyata mereka tadi lagi makan siang, walau akhirnya yang satu ngumpet ga keluar2 lagi. Setelah puas kita lanjut lagi menuju lodge. 

Sampai di lodge kita berhenti di depan resepsionis dan langsung disamperin petugas, si petugas sedikit ngomel2 ngomongin kecepatan, jerapah, bahaya dkk. Gua sampai sekarang masih mikir  penasaran tau dari mana ya mereka hahahaha. Kata Pipo jerapahnya dipasang chip jadi tau pergerakan atau ada radar buat kecepatan mobil. Kalau radar masih masuk akal ya. Cuma jerapah ini loh mereka tau darimana secara pas kita lewat itu bener2 ga ada siapa2. Dari pintu gerbang depan sampai lewat jerapah sampai lodge kita cuma papasan ama mobil sekali itu pun jauhh dari jerapah. Masa iya jerapahnya ngadu hahaha.

Sampai di lodge sekitar jam 11.30 masih sepi, ada dua mobil safari yang parkir di deket situ. Logdenya lumayan bagus konsepnya bungalow jadi ga saling nempel unitnya, ada kolam renang ukuran besar, playground anak anak, restaurant, cuma gua ga nanya berapa tarif nginep disitu. 
Berhubung deket jam makan siang kita putuskan makan siang dulu walau si pegawe resto bilang safari dulu aja cuma 2 jam tus baru makan karena mereka belum siap makanannya, tus kita tanya safarinya jam berapa aja, kata mereka bebas jam berapa aja. Wah fleksibel banget pikir gua, apa karena ga ada orang lain selain kita. Eh bener aja makanan baru keluar jam 1 siang, daaan tiba tiba ada rombongan cowok bule dateng satu minibus, mereka juga mau makan siang ternyata.

Menu hari itu, cuma 3 : ayam churasco, ikan bakar garoupa ama babi panggang semua menu termasuk side dish french fries n salad. Plus ditemenin nasi n sup kacang item khas sini walau kita ga pesen. Harganya sama semua @3800 kwanza. Lahap banget kita makan, rasanya lumayan, porsinya oke pas laper pulak, jadi cocok deh.

Pas kita kelar makan, ada grup angola dateng mereka kayanya nanya2 menu gitu, tus gua liat jam udah jam 13.30 wah sampe jam berapa safarinya nih. Gua keluar duluan eh udh ada satu mobil safari siap berangkat aja, akhirnya gua bilang supirnya gua beli tiket dulu ke resepsionis jangan ditinggal. Pas bener kursi yang tersisa buat kita ber3 (cake masih di pangku kan) Fiuhh nyaris aja kelewat safari, secara gua yakin 100% itu mobil safari satu lagi pasti udah dibooking rombongan bapak2 yg lagi makan. 

Tiket Safari 2 jam
Dewasa  4000 kwanza
Anak2     2000 kwanza
dibawah dua tahun free (gua ga tau pastinya umur berapa yang free cuma cake ga bayar)

Kesampaian juga naik mobil ala ala safari, yang ternyata bumpy banget, ga beda lah ama naik kuda hahaha, ga jauh setelah keluar dari lodge si mobil langsung aja belok ke semak2 menjauhi jalanan utama, makin menjadi jadi goncangannya, berasa banget petualangannya hahaha. Walaupun ada napak tilas jalur mobil cuma tetep aja ga karu karuan rutenya. Satu jam pertama kita ga ketemu apa apa dong lagi panas panasnya ini, gua rasa hewan2 juga lagi santai berteduh abis makan siang. Dari yang semangat sampai udah pasrah, ga lama kita ketemu hewan hewan kecil macam antelope, rusa, banteng, kancil dkk setiap ketemu hewan mobil berhenti sejenak, makin jauh kita masuk ke dalam park mulai keliatan jejak gajah dimana mana. Tapi sampai puter balik ga ketemu juga si gajah, gua mikir jadi begini ya safari itu. Nebak nebak dimana kira kira posisi hewan hewan ini, hoki2an juga. Perjalanan balik eh tiba tiba ada satu gajah muncul di kejauhan, mulai heboh deh kita, si gajah jalan pelan ke arah kita, eh lama lama dia lari ngejar kita sambil ngeluarin suara, wah lagi bete n bad mood ternyata, gajahnya ngamuk mau ngejar kita ga ada takut2nya. Dari yang sibuk foto sambil wow wow berubah jadi histeris ketakutan minta supir ngebut hahaha. 
Gua ga kebayang kalau si gajah sampai di depan kita duluan tus menghalangi jalan, puter balik juga ga bisa errrrr.

Menjelang sore, bermunculan lah si hewan hewan ini ada banyak macem n jumlah. Kita ketemu jerapah lagi kali ini ada anaknya. Ternyata mereka jinak disamperin sampai deket juga santai aja. Ga merasa terganggu ama kita.

Safari yang katanya 2 jam ternyata molor hampir 3 jam, bagus juga sih mereka beneran nyari kira kira lagi dimana si hewan2. Sampai di lodge kita istirahat sebentar sebelum perjalanan balik ke Luanda, perjalanan pergi pulang cukup lancar ga ada kemacetan berarti. Sampai rumah hampir jam 7 malam.

Kissama bawa bayi/anak kecil / toddler :
  • Cake umur 17 bulan pas kesini, menurut gua minimal setahun baru bisa dibawa kemari, karena goncangannya lumayan dahsyat, di bawah setahun kurang rekomen. 
  • 2 jam safari cukup oke, ga terlalu lama untuk anak kecil. 
  • pastiin sudah makan, ganti pampers, bawa cemilan n minuman
  • pakai sunblock, topi n kacamata karena berangin, debu n panas tergantung cuaca ini sih benernya

Review safari, cukup oke buat mengisi wiken, refreshing sejenak dari Luanda, walau mungkin ga seheboh safari di negara2 tetangga, tapi tetep menarik dikunjungi khususnya buat yang bawa anak kecil, karena aman, deket n ga mahal. Apalagi kalau belum pernah safari, yang satu ini cocok buat icip icip. 



29 Oktober 2016