Thursday, May 12, 2016

Serba Serbi Cape Town

Cape Town masuk list nomer satu kota yang pengen Chococheesepearcake kunjungi kalau pindah ke Afrika, tapi apa daya syarat visanya lumayan ribet jadi kudu sabar. Orang sabar disayang Tuhan, kesampaian juga jalan jalan ke Cape Town alias Cabo di Cidado yeayy.

Visa
Tempat apply visa bukan di kedutaan tapi VFS lokasinya deket hotel HCTA talatona, formulir harus diisi dengan huruf kapital, tanda tangan harus sesuai paspor (termasuk di bawah tanda tangan ada nama atau tidak)
Lampiran bank statement 3 bulan terakhir cukup hasil print out dari ebanking, ga perlu asli n pakai cap.
Akomodasi, kita perlu dokumen dari hotel yang menjelaskan kita sudah membayar entah DP atau lunas pastikan ada ttd dan stempel. Hotel biasanya sudah paham permintaan dokumen ini rata-rata hanya butuh 1*24 jam pihak hotel akan email kita. Cukup print outnya saja, ga perlu yang asli. Oiya ini syarat kayanya cuma yang apply dari Angola aja. 
Pesawat cukup reservasinya saja.
Kartu vaccine Yellow fever wajib hukumnya, kecuali bayi di bawah 9 bulan.
Perhatian khusus buat yang apply visa anak, kita bakal butuh akte kelahiran anak dalam bahasa Inggris, bahkan dokumen asli lebih baik kita siapkan. Kasus gua adalah bawa akte asli tapi ga punya versi terjemahan bahasa Inggrisnya, sudah ke kedutaan Itali di Luanda siapa tahu bisa translate Itali ke Inggris ternyata mereka ga bisa bantu huikss. Akhirnya via email pakai jasa translator dari kedutaan Itali di Jakarta n titip temen yang mudik hasil terjemahannya. Thanks to mae Dora. 
Setelah dapat visa pun, kita sebaiknya fotocopy si akte tus dilegalisir di kedutaan South Afrika (posisi di Talatona) gratis n cuma 5 menit alias cepat.
Akte ini ternyata di cek di bandara, walau kadang terkesan basa basi menurut gw, tapi mereka tanya mulai dari ketika check in di airport Luanda sampai ketika kita sampai di Cape Town.
Kalau sudah bawa yg legalisir ga perlu bawa akte asli.
Biaya visa mengikuti kurs hari itu dalam mata uang Kwanza, kemarin gw sekitar +/- 24rb per orang. Proses visa 3-5 hari. Standar kita akan diberi visa dengan masa berlaku 3 bulan, dua kali entry. 

Pesawat
Satu satunya pesawat dari Luanda yang langsung direct ke Cape Town cuma TAAG maskapai Angola itu pun ga tiap hari cuma ada di hari Senin, Rabu, Jumat dan hanya satu kali jadwal terbang. Sisanya pakai transit Windhoek, Johannesburd dkk
Jelas gua pilih yang ga pakai transit apalagi ada bayi. Pesawatnya lumayan oke, walau pas pulang kaga berfungsi entertainment screennya *lol. Oya Duty freenya juga cuma cash Dollar atau Euro ga bisa gesek hehehe.

Akomodasi
Pilihannya seabrek dengan berbagai tipe lengkap dengan berbagai budget mungkin karena pernah jadi tuan rumah Piala Dunia jadi tempat nginep banyak ajah. Pusat keriaan ada di Waterfront jadi pilihlah sedekat mungkin kalau bisa, alternatif lain di daerah Sea Point juga oke view ke laut banyak resto, supermarket dkk gampang kalau cari apa2.

Transport/Sewa Mobil
Transportasi umum di Cape Town cukup bagus, ada busway juga seperti di Jakarta, selain itu buat turis ada Bus Sightseeing Hop on Hop off berbagai rute ga cuma satu jenis. Pilihan excursion day trip juga ada buanyakkk. Saran gua kalau ada anak kecil dan punya sim lebih baik sewa mobil, mengingat Cape Town kotanya cukup besar dan biasanya kalau ada anak anak bawaan banyak aja, belum lagi suka gantian tidur, biar maksimal jalan jalannya sewalah mobil hehe. Oiya setirnya setir kanan. Beruntung kita dapet pinjeman GPS thank to Dina, jadi ga banyak nyasar deh.

Cuaca
Cape Town kota yang termasuk dekat dengan kutub selatan selain itu ada gunung juga jadi cuaca cukup gampang berubah ubah, dingin, berangin, hujan dkk. Bersyukur pas kita di Cape Town ga dingin dingin amat, dan ga ketemu hujan jadi cukup lancar acara jalan jalan setiap hari, hari terakhir aja yang anginnya lumayan heboh. Bawalah jaket tipis anti air/angin buat jaga jaga.

Eating
Kesan gua yang namanya makan di Cape Town seru, karena semua ada, enak dan murah. Bahan fresh, restoran bagus bagus, harga masuk akal. Jangan sia siakan kesempatan mencoba banyak jenis makanan disini, mau resto apa aja ada. 
Salah satu yang wajib dan khas adalah braai alias barbeque selain seafoodnya.

Shopping VnA, Canal Walk
Belanja siapa sih yang ga suka, Mall paling hits ada dua VnA di Waterfront n Canal Walk yang ada di Century City (agak jauh dari pusat kota) VnA menurut gua lebih seru karena komplit banyak brand yang familiar seperti Body Shop, Loccitane, Jo Malone, HnM, Zara, Mango, Hamleys Toys, Toys Kingdom sampai Long Champ, Gucci, Burberry n Louis Vuitton. Toko toko souvenir Afrika dan banyak lagi, seru deh pokoknya hahahaha. Urusan gesek menggesek juga lancar semua kartu visa, mastercard sampai union pay bisa. Kartu kredit BCA juga bagus rate geseknya dibanding bank lain sepertinya. 

Gemstone, Diamond, Tanzanite
Cape Town salah satu tempat favorite berburu Diamond dan Tanzanite di benua Afrika. Kenapa? Kimberly, De beers semua asalnya dari South Africa, selain itu relatif AMAN dibanding Johannesburg misalnya (penting inih), ada VAT, plus banyak toko jadi banyak pilihan dan cukup bersaing harganya. Kalau berminat boleh luangkan waktu masuk ke toko minta quote entry price, mereka pasti dengan senang hati meladeni, kebanyakan mereka profesional jadi ga ada tekanan sama sekali untuk membeli walau udah bawel nanya2. Jangan ragu minta diskon karena semua harga yang tercantum itu bukan harga mati. Banyak2 berdoa biar hoki dpt barang bagus dengan diskon maksimal hahaha.

14% VAT / Tax Refund 
Biar makin seru belanjanya, setiap belanja kita bisa klaim tax refund di airport. Sistem mereka menurut gua paling canggih n asyik. Kita ga perlu repot repot minta/isi form tax refund n keluarin paspor selama di struk belanja ada nomer ID pajak si toko dan nominal VAT 14%. Cukup simpan dan kumpulkan struk belanja, begitu di airport serahkan si struk belanja beserta paspor, oya mereka akan cek barang yang kita beli, jadi siapkan si barang di satu koper jangan disebar semua koper :p Setelah selesai input, kita akan diberi kartu prepaid Mastercard plus pin. Jadi si kartu master ini akan diisi sesuai nominal yang kita terima biasanya mereka akan isi dalam usd tapi bisa request juga mau mata uang apa. Kalau klaim dibawah 3000 rand kartu bisa dipakai dalam 3-4 hari di atm yang ada jaringan master, sedangkan di atas itu bakal masuk golongan audit dan biasanya mereka akan email dalam 8 minggu untuk info bahwa kartu sudah diisi dan bisa digunakan dimanapun. Gua suka karena praktis plus kartunya juga tema afrika bisa buat souvenir, jadi jangan ragu buat belanja sampe kalap hahahaha.

China Town
Baca baca Cape Town punya dua China Town, lama dan baru, gua kepengennya pergi yang lama eh ketemunya yang baru di Sable Square lokasinya di belakang Canal Walk Mall. Besar banget plus ada outlet Adidas dkk n supermarket Pick and Pay. Jadi bukan china town murni tapi sudah seperti shopping centre, di area tertentu baru ada blok khusus toko2 Cina. Apalagi yang dicari kalau bukan supermarket asia lumayan ketemu kulit lumpia n tepung tapioka. Ada juga produk2 lain. Sebenernya wajar kalau supermarket asianya komplit dan banyak karena resto asia juga banyak dan  ada dimana mana jadi pasti supplynya lancar dan gampang. Kalau kejauhan bisa juga ke toko Hongda di Main Road SeaPoint lumayan besar n komplit isinya kurang lebih sama dengan yang di Sable Square.

Dokter dan Rumah Sakit
Selain wisata banyak juga yang kemari karena mencari sarana dan prasarana kesehatan, mulai dari yang ringan sampai operasi, kalau gua cukup anter pear ke dokter gigi. Lumayan kan liburan sambil menyelam jadi kalau perlu cek cek ke dokter ga ada salahnya dimasukan ke agenda. Lebih meyakinkan dari di Luanda itu aja sih kesan gua. 

Hillsong Century City
Salah satu agenda kita kalau jalan jalan sebisa mungkin ikut kebaktian di gereja lokal, so far entah kenapa ketemu terus ama hillsong, setelah di London, Amsterdam, sekarang Cape Town. Lumayan dapat pencerahan plus lokasinya ada di seberang Canal Walk mall. Jadi sekalian deh.

8 hari 7 malam di Cape Town cukup bikin refresh walau belum semua sempet disamperin tapi lumayan puas dan pas ga kecepetan ga kelamaan. Idealnya mungkin 2 minggu kalau mau bener bener semua ya. Belum pernah ke Cape Town? segeralah urus visa worth it ribetnya hehe.


Cape Town, 29 April - 6 Mei 2016

Friday, April 15, 2016

Trip 2016

Recap trip akhir 2015-2016

Swakopmund n walvis bay, Namibia Des 2015

Ferrari world, Abu Dhabi, UAE Des/Jan 2016

Victoria Falls, Zimbabwe n Zambia Feb 2016

Cape Town, South Africa April/Mei 2016

Sekarang sedang persiapan trip untuk libur summer, ada dua pilihan dan semuanya menarik karena dua duanya benua baru, semoga ga pakai lama mau pilih benua yg mana.

Thursday, February 04, 2016

Victoria Falls, Zimbabwe

Berhubung suami istri doyan jalan jalan setiap selesai trip, sampai rumah yang dipikirin abis ini kemana lagi kita. Cek kalender bulan depan ada long weekend n skul libur seminggu, mulai deh cari destinasi yang memungkinkan, sewaktu ke Namibia naik Air Namibia ada inflight magazine yang bahas Victoria Falls, lanjut beli Lonely Planet Southern Africa di Abu Dhabi eh ada highlight khusus Victoria Falls, ceki ceki Zimbabwe bisa visa on arrival yeayy, akhirnya dipilihlah si Victoria Falls. Super excited penasaran Zimbabwe kaya apa sih hahaha, inget jaman isi teka teki silang selalu muncul ibu kota Zimbabwe, pernah beken karena inflasi yang gila gilaan, ternyata sekarang mereka mengadopsi mata uang us dollar sebagai mata uang resmi. Sedih ya ga punya mata uang sendiri. Oh ya kalau kesini baiknya sih bawa us dollar segala pecahan biar ga ribet, kalau di hotel sih masih bisa bayar gesek pakai kartu visa/master. 

Visa
Visa On Arrival bayar tarif sesuai jumlah masuk dan kewarganegaraan, Indonesia sekali masuk 30$, dua kali masuk 45$, dst. Perlu dua kali atau lebih karena banyak yang mampir ke Zambia atau Botswana, bisa one day trip dari Victoria Falls ini. Yang gua inget tarif buat orang Angola paling mahal dibanding semua termasuk dibanding US maupun UK.

Pesawat
Dari Luanda (LAD) belum ada direct flight ke Victoria Falls pilihannya via Windhoek Namibia atau Johannesburg South Africa, berhubung apply visa Namibia lebih gampang dan sehari jadi maka tentu saja kita pilih via Windhoek. Transitnya ga maen maen loh kudu pake nginep semalem pergi semalem pulang karena jadwal pesawat hanya 3 kali seminggu jadi perlu visa multiple minimal double. Biaya visa Namibia 60$ one entry kalau double/multiple 120$ per orang. Buat bayar bayar visa aja udah lumayan yak. Kalau tiket pesawat selama masih bisa bayar pakai kwanza tutup mata aja.

Hotel
Hotel di Afrika ini menurut gua relatif lebih mahal dibanding Eropa, selain itu juga ga banyak yang mau terima anak anak. Jadi kudu ekstra teliti baca term n conditionnya. Web andalan gua booking.com pun ga banyak kerjasamanya jadilah kudu bergerilya sendiri browsing, buka buka majalah pesawat, email or telp pengalaman selama cari hotel di sini. Lebih ribet sedikit n ga nyaman kalau kudu pakai acara transfer atau kasih detil kartu kredit. Sejauh ini sih kita bisa menghindar untuk transfer atau kasih detil kartu kredit dengan tetep kontak via email ke hotelnya. Hotel di Victoria Falls ga banyak jadi wajarlah kalau mahal karena harga normal walau low season. Beruntung kalau bisa dapat promosi di web langsung bayar aja saran gw. Kita nginepnya di The Kingdom lumayan strategis karena punya jalan setapak khusus untuk akses ke air terjun. Cukup jalan kaki ke air terjun.

Zimbabwe menurut gua orangnya ramah mereka santai, relax bahkan jujur, yang jualan juga ga maksa beli, kalau kita ga beli pun mereka ga marah/emosi mungkin karena memang bener bener industrinya wisata, jadi mereka juga respek dengan pendatang. Bahkan ketika nyampe hotel tus check in gua baru sadar dompet isi 4 paspor, duit dkk ketinggalan di taksi *daaang langsung deh gua heboh minta tolong, untung aja di jalan si supir memperkenalkan diri namanya, dia juga kasih kartu nama cuma dodolnya itu kartu gua masukin ke dompet paspor, tarif juga fix ditulis besar di kaca mobil. Sim salabim, ga lama si supir taksi balik loh ke hotel sambil kasih dompet plus bilang tolong di cek ada yang hilang ga. Langsung legaaaaaa luar biasa akuh. Berhubung kota kecil jadi mungkin masih  kehitung jumlah supir taksi di Victoria Falls ini. Ga kebayang kalau ketinggalan di taksi kota lain bisa beda ceritanya.

Victoria Falls yang juga jadi nama kota adalah nama air terjun terbesar di benua Afrika, dan termasuk the best destination in the world, berada di perbatasan Zimbabwe dan Zambia. Oh ya deket juga ke Botswana. Bener bener lokasinya strategis banget buat eksplor Afrika sekali tepuk 3 negara dapet. Air terjunnya sendiri sepanjang 2 km. Wow banget deh viewnya, suaranya, suasananya semuanya. Bener bener amazing bisa lihat secara langsung ciptaan Tuhan yang luar biasa indahnya. Berasa manusia itu kecil banget jadinya. 


Berhubung bulan Februari awal musim hujan jadilah sepanjang kita jalan menyusuri air terjun kena cipratannya bahkan di beberapa tempat mirip hujan lokal bikin kuyub karena tingginya curah air terjun. Sampai besok n dua hari ke depan masih kebayang n kedengeran suara si air terjun ini di kepala gua.

Dari sekian buanyak aktivitas yang tersedia ternyata cuma dua yang bisa buat bayi yaitu helikopter dan sunset cruise, sisanya ke laut aja hahaha.

Helikopter Tour
Pengalaman pertama buat gua, pear and cake naik heli, seru dan menyenangkan, semua keliatan lebih jelas dari atas *norak hahaha. Selain liat si air terjun dan sungai Zambezi kita juga bisa lihat binatang binatang karena ada safari juga disini. Lumayan puas naik helikopter setelah 15 menit keliling kita mendarat eh si pilot bilang jangan turun setelah dibenerin sabuk pengaman yang kejepit pintu kita terbang lagi yuhuuu kali ini ga ada suara berisik sabuk pengaman berkibar kena pintu hahahaha.
Foto2nya ada di cd yg mana komputer gua ga ada cd roomnya jadilah ga bisa diakses *tolongg.



Zambezi Sunset Cruise
Safari Cruise di Afrika ga banyak biasanya safari di park alias daratan, salah satu safari cruise yang beken ya di Zambezi river ini. Bersyukur cuaca bagus jadi ada sunset. Sepanjang safari kita lihat ada hippo bergerombol di beberapa titik, buaya, burung2 dan binatang2 lain. Sayang ga liat gajah, zebra mungkin mereka kalau sore ga mandi lagi :p









Mama Afrika
Lagu satu ini nempel banget di kita karena begitu nyampe makan di resto mama afrika, lanjut denger bbrp grup acapela selalu nyanyiin lagu ini. Kita sempet foto bareng grup acapela di deket pintu masuk air terjun, suaranya kece badai, orangnya juga ramah ramah.



Boma Dinner
Walau isinya hampir turis semua, tapi ga nyesel kemari bisa icip2 bir tradisional (rasanya ngga banget hahaha) dan makanan khas ada juga cacing, buaya n  rusa2an semua all you can eat ditambah music n tarian berasa banget afrikanya. Bocah bocah gw pikir bakal takut ternyata malah enjoy n ikutan maen bongo. Pengalaman pertama boma dinner yang berkesan. 


Visa Zambia di tolak
Pengalaman pertama chococheesepearcake apply visa dan ditolak hahaha. Zambia oh Zambia, kita pengen ke Livingstone one day trip jadi apply visa yg 24 jam mungkin kalau apply visa standar satu kali entry malah lolos. Entahlah hahaha. Tapi ternyata ga perlu visa kalau kita cuma di perbatasannya alias jembatan victoria falls.

Devil's pool, kalau lagi pas musim dimana curah air terjun ngga terlalu tinggi kita bisa berenang di Devil's pool adanya di bagian Zambia. Keren n memacu adrenalin sekali berenang disini.

Yang bikin gua sedikit kaget adalah ketika orang orang tau gua pergi pertanyaannya cuma liat air terjun aja? selain air terjun ada apa? bisa ngapain aja, errrr. Kesan gua setelah dari sini adalah emang bener mahal seperti yang ditulis hahaha, puas banget liat air terjun dan bikin gua ga napsu lagi liat air terjun Kalandula yang ada di Angola (no 2 terbesar setelah Victoria falls) bahkan Niagara falls, rasanya udah puas banget sama yang namanya air terjun hahaha. Sama seperti temen gua yang abis safari di Etosha puas banget lihat binatang n bayarnya (*lol) karena dia juga bawa anak kecil jadilah kudu private game safari, bikin ga napsu lagi ke kebun binatang katanya :p


Victoria Falls, 4-9 February 2016




Friday, January 01, 2016

Tahun Baru 2016 di Abu Dhabi, UAE

Mendadak liburan lagi judulnya, dengan keterbatasan gerak akibat paspor ijo Indonesia, menurut website ini  ada di ranking 69 dari 92 hiksss ini paspor apa ktp sih hahaha. Sedih dah kalo inget ni paspor hahahaha, repotnya kalo kemana mana kudu ngurus visa (baca ribet urus dokumen n butuh waktu minimal seminggu) plus bayar2nya dikali 4 itu loh :p

Pesawat & Visa
Tujuan liburan pun jadi sedikit, salah satu yang memungkinkan adalah ke Dubai naik Emirates airlines bisa apply visa via web Emirates setelah punya tiket dan ga perlu fisik paspor cukup via online saja. Beruntung di Luanda ada Emirates, walaupun tiap applicant diminta jaminan uang (+/- 300$ per orang) untuk bisa diproses visanya, Angola masuk ke dalam kategori negara ajaib sepertinya menurut UAE, karena ketika kita apply visa UAE dari Milan ga pernah diminta uang jaminan ini. Uang jaminan ini akan dikembalikan ketika kita sudah keluar dari UAE, mereka akan email konfirmasi mengenai pengembalian uang jaminan ini kira kira seminggu dua minggu setelah kita keluar dari UAE. Tenang aja pasti balik si uang jaminan walo bisa untung atau rugi sesuai konversi kurs karena selisih minggu.

Berhubung sudah pernah ke Dubai sebelumnya, jadi kita geserlah ke Abu Dhabi ibu kota UAE. Mendarat di Dubai lanjut taksi airport ke Abu Dhabi, kalau mau irit Emirates menyediakan bus dari Dubai ke Abu Dhabi tinggal cek aja jadwalnya cocok apa ga, ga perlu booking juga soalnya gua mau booking ga bisa hahaha katanya pasti dapet karena busnya banyak. Ternyata gua ga pake karena mendarat jam 5 pagi bus pertama baru ada jam 7 pagi. Kalau ga bawa bayi sih gua tungguin. Sempat terpikir rental mobil, cuma baca2 banyak macet dimana mana, ga ada view plus perlu kesabaran extra nyetir karena pada ngebut2, waktu kita juga ga banyak jadi taksi yang paling oke buat kita. Sekedar info taksi disini lumayan murah apalagi kalau untuk keluarga, perjalanan sekitar satu jam lebih. 

Masuk Abu Dhabi auranya lebih kalem daripada Dubai, lebih lengang ga macet n tenang, Dubai padet n hiruk pikuk kesannya. Abu Dhabi juga lebih murah dibanding Dubai kalau dilihat dari harga hotel, makanan dkk. 

List utama gua ke Abu Dhabi cuma dua Ferrari World n belanja dapur wkwkwk. Pede aja pasti disini banyak bahan baku Indonesia karena banyak banget orang Indonesia disini. Setelah browsing nemu si minimarket South East Asia samping restoran Bandung yang paling oke sepertinya. Jadilah kita cari apartemen di deket situ. Kurang hits lokasinya tapi ga bikin nyesel karena oh karena si resto Bandung bisa delivery ke apartemen yipppyyy. Berasa mudik ke tanah air, tinggal telpon ngomong bahasa pesen baso, mie ayam, lontong sayur,  gado gado, siomay, rendang, tahu isi, tempe mendoan, es cendol, es buah segala rupa gua pesen kalaaap liat menunya di internet. Tiap hari telpon pesen delivery hahaha parahhh. Makan berdua kaya buat sekampung judulnya. cek menunya klik disini  ada harganya juga komplit deh. 

Resto Bandung 
Telp 02 6452008 atau 05 09980712
info lengkap bisa klik disini

note: ada juga resto sari rasa cuma ga bisa delivery jadi kita gagal nyobain.

Toko Indonesia
Mini market South Asia sebelah si resto ga kalah hits, tepung sagu tani dan segala rupa tepung ada, mie/bihun instant versi pabrik arab atau indo ada, kecap plus bumbu2 ada, krupuk2 komplit, aneka beras termasuk lontong dan plastiknya ada, sambel2 sampai sambel peda ada, energen n minuman2 sekoteng bajigur kopi teh lengkap, teh botol, teh kotak jus kacang ijo semua adaaaa. Di chiller ada tempe, baso, otak2, teri medan, lengkuas, sereh, pandan, kunyit, cuma daun salam aja yg on off supplynya kata si bapak. Surgaaaa belanja dapur cari apa aja ada, nutrijel, bawang goreng, kacang garuda, kripik maicih, rempeyek kacang, teri duh ngetik aja bikin gua pengen balik lagi. Hampir semua jenis yg dijual, gua ambil perwakilannya hahaha. Sampe si Bapak nanya gua dari KBRI mana sih belanja banyak banget langsung ngakak gua. Belanja sambil ngobrol ngalor ngidul minum teh botol duduk2 eh dapet bonus semua yang diminum di tempat gratis, padahal gua, pipo ama pear ambil ga cuma satu. Kelar belanja si Bapak yang punya nganterin ke apartemen hahahaha mantep banget service si bapak satu ini.

South Asia Foodstuff
telp 02 6448844 atau 050 5669105
Po Box 55437, Old Navy Gate Area


Sering denger ada Ferrari World di Abu Dhabi tapi ga ngeh sebenernya apa sih, secara kita di Italy sudah pernah ke museum n kandangnya Ferrari, kurang Ferrari apa coba hehehe. Ternyata oh ternyata  jauh dari pikiran gua hahahaha Ferrari world itu amusement park semacam disneyland tapi segala wahana berlabel Ferrari, cocok banget buat yang punya anak cowok n kesukaannya setir mobil kaya anak gua.


Adanya di daerah Yas, ternyata nyambung dengan Yas mall. Ibarat ke kanan ke Ferrari World ke kiri ke Mall. Kalau ke Ferrari World jangan sampai salah disini yang namanya weekend adalah Jumat dan Sabtu. Minggu jadi hari pertama untuk weekdays. Kita kesini tgl 1 Januari sedikit deg2an karena musim liburan takut rame, sampai beli tiket gold dan ternyata sepi ajah hahaha. Selidik punya selidik satu hari sebelumnya ternyata rame poollll sampe mengular antrian bahkan sampai tutup karena pada nungguin fireworks tahun baru. Tapi puas pakai tiket gold karena tetep bisa fast track beberapa wahana lumayan lah.

Review wahana2nya sih menurut gua kebanyakan permainan media digital, tapi lumayanlah buat alternatif selain Disneyland dan Legoland. Lebih seru kalau untuk remaja karena ga banyak wahana yang bisa dinikmati buat balita apalagi bayi hahaha. Yang jelas piponya juga enjoy disini. 

Namanya bawa dua balita yang masih ada jadwal bobo siang dan pas bener bisa bobo barengan, yang ada gua ama pipo gantian naik roller coaster, test adrenalin atau ogah rugi sih hehe, jelas gua yang duluan n pipo dengan ogah2an menerima tantangan dari gua hahahaha.

Ga sengaja juga di Abu Dhabi bisa ketemuan ama temen kuliah pipo n temen waktu di Milan yg sekarang di Amsterdam karena kebetulan lagi liburan di Dubai. Hanya karena waktu summer ketemu di AEON BSD, kita pernah bilang tahun baru ketemu dimana kita, eh ternyata beneran ketemu di Abu Dhabi. Restu bumi dan semesta mengatur semua hahaha



Jadi kesimpulannya Abu Dhabi ini bisa jadi alternatif mudik untuk urusan kangen makanan indo dan belanja dapur, kalau dulu waktu di Milan ke Belanda sekarang dari Angola ke Abu Dhabi (minta ditoyor hahaha)

Note : Emirates ada porter untuk bantuin bawa koper ke meja check-in dengan tarif resmi (30 dirham kalau ga salah), servicenya mantap banget karena bisa skip antrian yang panjangnya minta ampyuunnn hahaha naik ekonomi berasa first class jadinya. Worth it banget silahkan dicoba, begitu kita turun di area keberangkatan kalau beruntung langsung ketemu personel pakai kaos polo emirates sambil dorong trolley, nah itulah si porter.


Abu Dhabi 30 Des 2015 - 3 Jan 2016


Thursday, December 24, 2015

Swakopmund & Walvis Bay

Komposisi ChocoCheesePearCake saat travelling kali ini ada 1 balita, 1 bayi 7 bulan. Kepengen setengah mati yang namanya safari, game drive, big5 dst dst tapi apa daya sepertinya masih cukup di wishlist saja. Padahal Namibia punya Etosha (salah satu safari paling hits sejagat Afrika) walau hampir tiap negara di benua afrika ini punya safari, bisa bisa overdosis jadinya kalau ga selektif, nah si Etosha ini termasuk yang direkomendasikan. Udah baca n ulik ulik buat kemungkinan kesana, tapi akhirnya buat ChocoCheesePearCake tetep sabar itu subur hahaha

Jadilah kita coret si Etosha lalu kita pilih ke Swakopmund dan Walvis Bay yang lebih cocok n pas waktunya buat jalan jalan keluarga bersama si bayi.

Road trip dari Windhoek ke Swakopmund lumayan gampang, walau deg degan karena pengalaman pertama jalan darat di benua satu ini. Pengalaman pertama itu paling mendebarkan memang hahaha. Mulai dari packing, bawa obat2an segala rupa, sampai barang apa aja gua bawa kaya pindahan hanya karena sekedar berjaga jaga n kalau disana ga ada tus gimana hahaha, perlu pake supir apa ga, medan jalanan seperti apa dst dst.

Jalanannya lumayan bagus, walau ini termasuk rute pendek dari sekian banyak pilihan tapi ternyata tetep 5-6 jam aja. Sepanjang perjalanan lebih banyak lahan kosong dibanding yang ada penduduk n keramaian, apalagi kalau sudah masuk gurun kalahari sejauh mata memandang padang gurun serasa   jalan tiada akhir phewww, sepanjang jalan juga ga ada lampu jadi pantes aja si pegawe rental mobil bilang kalau nyetir hanya siang yak. Bagusnya banyak disedikan pitstop tenda meja kursi di sepanjang jalan lumayan kalau mau lurusin kaki tapi ya kudu bawa bekal sendiri. Kalau pitstop beneran macam rest area ada pom bensin, minimarket dkk ga lebih dari jumlah jari satu tangan  jadi kudu waspada ama bbm. Kebetulan juga di jalan ketemu hewan yang nyebrang dengan slow motion hahaha waspada nyetir juga penting.




Agak membosankan memang buat dua bocah road trip sepanjang ini, bangun tidur bangun tidur lom nyampe, jadi jangan lupa bawa cemilan, mainan bunyi2an, nyanyi bareng dan berhenti untuk lurusin badan.











Begitu sampai hotel wuahh lega rasanya. Hotelnya masuk kategori view hotel jadi puas banget berasa ga perlu kemana mana lagi, ini karena viewnya yang oke apa gua yang pegel di jalan pengen istirahat jadi ga jelas hahaha.








Swakopmund sendiri kotanya rapih n teratur, banyak iklan jual properti buat pensiun, sepanjang kita jalan jalan disini malah lebih banyak ketemu bule daripada penduduk lokal, lebih mirip kota kota mungil di Eropa khususnya Jerman, ada pusat keramaian toko toko ngumpul jadi satu n ada pedestriannya. Catatan penting gua walau pun banyak resto lebih baik kita reservasi sebelumnya karena gua beberapa kali ga bisa masuk karena full booked. Sebenernya ini sudah diingetin ama hotel tempat kita nginep cuma kita bandel hahaha, akhirnya reservasi lewat hotel lebih manjur termasuk last minute christmas eve dinner di resto pinggir laut yang cuma segelintir itu.

Jadi ngapain aja ChocoCheesePearCake 
1. Quad Bike











2. Skydiving














3. Sand Dunes
4. City Sightseeing
5. Morning Seal and Dolphin Cruise (Walvis Bay)









Walvis Bay sekitar setengah jam dari Swakopmund, biasanya kemari karena mau ikut Seal and Dolphin cruise, lanjut makan siang. Selesai makan siang kita balik ke Swakopmund masi berasa ngantuknya karena bangun pagi demi cruise jam 7 pagi. Kita kurang beruntung karena ga liat si dolphin walau judulnya Seal and Dolphin cruise :p